Rabu, 10 Januari 2024.

Bacaan:
Bacaan I: 1 Sam 3:1-10.19-20;
Mzm 40:2.5.7-8a.8b-9.10;
Bacaan Injil: Mrk 1:29-39.

Renungan Sore:

_Diluculo valde surgens, egressus abiit in desertum locum, ibique orabat_ ; "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana".

Cara hidup sebagai pengikut Kristus adalah mendengar dan melakukan Kehendak Allah. Sebagaimana Samuel yang menyatakan: “bersabdalah Tuhan hamba-Mu mendengarkan”. Dan Pemazmur yang berkata: “Aku datang untuk melaksanakan kehendak-Mu”.

Agar kita dapat mendengarkan dan melaksanakan Kehendak Allah setiap harinya, maka kita perlu memiliki relasi yang kuat dengan Bapa di dalam doa. Inilah yang dimiliki dan diperjuangkan Kristus setiap hari-Nya. Sehingga Ia tidak mencari ketenaran diri sendiri melainkan berusaha memuliakan Allah dengan mewartakan Injil Allah.

Kitapun diajak untuk senantiasa berdoa. Dengan berdoa, kita akan semakin peka akan Kehadiran dan Kehendak-Nya. Melalui doa, kita akan mengetahui kesalahan kita; menyadari Kasih-Nya melalui pengalaman yang menyedihkan/menyebalkan; mengevaluasi kegagalan dan merefleksikan dan mensyukuri rahmat dan anugerah-Nya.

Kontemplasi:
Bayangkanlah melalui saat hening di dalam doa, anda semakin peka untuk mengenal dan melaksanakan Kehendak Allah.

Refleksi:
Bagaimana anda tidak meluangkan waktu untuk doa, melainkan memprioritaskan hidup doa di atas kehidupan yang lain?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menimba kekuatan dan syukur melalui doa harian kami. Amin.

Perutusan:
Aku akan membuat jadwal doa dan melaksanakannya dengan sungguh.

– Rm. Antonius Yakin –