Renungan-Harian Status: publish
Hari Raya Penampakan Tuhan (P)
Minggu, 05 Januari 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Yes 60:1-6;
Mzm 72:1-2.7.8.10-11.12-13;
Bacaan II: Ef 3:2-3a.5-6;
Bacaan Injil: Mat 2:1-12.
Renungan Sore:
Vidimus enim stellam ejus in oriente, et venimus adorare eum ; “Kami telah melihat bintang-Nya di ufuk timur dan kami datang untuk menyembah Dia”.
Hari ini kita menutup masa Natal dengan perayaan Penampakan Tuhan ( Epifani (ἐπιφάνεια) / Teofani (Θεοφάνεια) ). Dalam Gereja Timur, perayaan Epifani menjadi puncak dari perayaan Natal. Di mana Kristus Tuhan, terang sejati, diperkenalkan kepada bangsa-bangsa yang diwakili oleh para Majus: Caspar, Beltsazar, dan Melkior. Mereka mempersembahkan emas, kemenyan dan mur. Emas melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi raja agung; Kemenyan melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi imam agung; Mur melambangkan bayi Yesus yang kelak akan mati untuk menebus dosa manusia.
Ketiga persembahan ini merupakan benda-benda berharga. Kitapun diajak untuk mempersembahan sesuatu yang berharga kepada Kristus. Bukan sekedar persembahan yang abstrak, melainkan sesuatu yang konkret yang dapat diwujudkan dalam tahun 2025. Artinya, bagaimana kita membuat niat baik yang coba kita perjuangkan selama satu tahun mendatang, sehingga di tahun 2026 kitapun dapat ikut mempersembahkan hadiah kepada Kanak Yesus.
Sebagaimana para majus yang mengalami sukacita dan pembaruan hidup setelah bertemu dengan Tuhan, kitapun diajak untuk memperbaiki jalan hidup kita yang tidak sesuai dengan kehendak Allah. Hal ini terungkap melalui pernyataan: mereka pulang lewat jalan yang lain. Melalui jalan baru yang sesuai dengan petunjuk Tuhan, kita akan memperoleh keselamatan. Pembaruan hidup yang mengantar pada keselamatan terungkap melalui usaha kita dalam menjaga kesucian hidup sehari-hari.
Dalam Gaudete et Exultate, Paus Fransiskus mengungkapkan bagaimana kesucian dihidupi dalam keseharian, dalam usaha tidak bergosip, mendengarkan keluarga, berdoa dan keberanian untuk membantu/menyapa sesama kita. Jika dengan bantuan bintang para sarjana dari Timur dapat berjumpa dengan Kristus, maka sebagai umat Katolik, kita tidak hanya diminta untuk mengikuti terang bintang saja, melainkan juga berani menjadi pantulan cahaya Kristus bagi sesama. Kita diajak untuk mengantar sesama kepada Kristus. Tanda bahwa kita menjadi pantulan terang Allah adalah bagaimana keberadaan kita sungguh dinanti, diterima, dan menjadi inspirasi kebaikan bagi sesama.
Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang menampakan diri dan mengajak anda untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.
Refleksi:
Bagaimana anda menanggapi penampakan Tuhan melalui usaha menjaga kesucian hidup sehari-hari?
Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk menjaga kesucian hidup kami sebagai bentuk perubahan diri. Amin.
Perutusan:
Aku akan membuat niat konkret di tahun 2025, sebagai persembahanku kepada Kanak Yesus di tahun mendatang.
– Rm. Antonius Yakin –