Renungan-Harian Status: publish
Selasa biasa pekan ke-14 (H)
Selasa, 08 Juli 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Kej 32:22-32;
Mzm 17:1.2-3.6-7.8b.15;
Bacaan Injil: Mat 9:32-38.
Renungan Sore:
Messis quidem multa, operarii autem pauci. Rogate ergo Dominum messis, ut mittat operarios in messem suam ; “Tuaian memang banyak, tetapi sedikitlah pekerjanya. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya ia mengirimkan pekerja-pekerja untuk tuaian itu”.
Yakub yang diliputi ketakutan karena telah menipu Esau, mencoba melarikan diri. Hingga ia tiba ditepi sungai, dimana ia mesti bergumul dengan Tuhan. Pergumulan tersebut dimenangkan oleh Yakub, sehingga iapun memiliki nama baru "Israel". Yakub mengalami perubahan nama dan status, dari seorang penipu menjadi seorang yang bergumul dengan Tuhan. Dalam hidup, kitapun diajak untuk berani bergumul dengan diri sendiri. Dalam usaha menemukan kesejatian diri.
Melalui pergumulan yang berani kita hadapi dan menangkan, maka kitapun semakin menyadari hakekat, asal dan tujuan hidup. Sehingga kita tidak perlu menipu diri sendiri dengan lari dari kenyataan. Dengan berani menerima diri, maka kita akan mengalami transformasi yang positif. Kita siap untuk menerima berkat Tuhan, menjadi utusan-Nya bekerja bagi tuaian-Nya. Berkarya dengan tulus tanpa mengindahkan omongan negatif dari gerombolan yang iri kepada hal positif yang kita perjuangkan.
Untuk itu, kita perlu meneladan Kristus yang tidak terpengaruh terhadap perkataan si jahat yang mau melemahkan niat dan usaha baik yang diperjuangkan. Tetapi tetap terbuka dan tergerak oleh belas kasih kepada mereka yang membutuhkan bantuan, khususnya yang lelah dan telantar. Sehingga dalam kebenaran kita dimampukan untuk memandang wajah Tuhan dalam diri mereka yang kita layani, sebagaimana ungkapan dari pemazmur.
Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang mengajak anda untuk bergumul dengan diri sendiri guna menemukan kesejatian diri anda. Menyadari hakekat, asal dan tujuan hidup anda.
Refleksi:
Bagaimana anda menaklukan ketakutan, kebimbangan, dan rasa rendah diri dengan berani bergumul menemukan Tuhan dalam inti diri terdalam?
Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami agar berani menemukan hakekat, kesejatian diri kami. Sehingga kamipun boleh mengalami transformasi yang positif. Siap menjadi utusan-Mu, bekerja diladang-Mu. Amin.
Perutusan:
Aku akan berjuang menemukan kesejatian diriku.
– Rm. Antonius Yakin –