Renungan-Harian Status: publish
PW. St. Bonaventura (P)
Selasa, 15 Juli 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Kel 2:1-15a;
Mzm 69:3.14.30-31.33-34;
Bacaan Injil: Mat 11:20-24.
Renungan Sore:
Hodie si vocem ejus audieritis, nolite obdurare corda vestra ; “Jika hari ini kamu mendengar suara Tuhan, janganlah bertegar hati”.
Jauh lebih bersyukur bila ada orang yang memarahi/menegur kita dibanding tidak ada satupun yang peduli. Jika orang tersebut masih memberi peringatan, ini pertanda bahwa dia masih mencintai dan mengharapkan agar kita berkembang menjadi lebih baik. Kita diajak untuk melihat teguran dari sisi positif, kesempatan agar kita dapat bertobat dan memperbaiki diri. Jangan hanya memandang dari sisi negatif, yang bertujuan untuk mematikan karakter diri. Justru kritik dapat membangkitkan kita dari tidur kematian yang melenakan.
Sebagaimana Musa diangkat dari Sungai Nil (sungai merupakan simbol dari dunia bawah yang dikuasai roh kegelapan) dan diutus untuk menyelamatkan Bangsa Israel. Melalui teguran kitapun diajak bangun dan bangkit sehingga siap diutus menyelamatkan sesama kita. Kitapun diajak menemukan Kristus pada diri orang yang memberi masukan pada kita. Sebagaimana Kristus yang memberi teguran bahkan kecaman kepada para penduduk di kota Khorazim, Betsaida dan Kapernaum. Melalui teguran yang ditanggapi secara dewasa, maka kita akan terselamatkan.
Selain itu, sebagai pemimpin, kitapun diajak untuk berani menegur sesama dengan penuh kasih. Teguran yang ditujukan untuk pendewasaan dan kebaikan bersama, bukan untuk membunuh karakter. Jangan sampai kita malah mencari aman dengan membiarkan kesalahan sesama kita. Inilah dosa ketidakpedulian yang jauh lebih merusak dibanding perdebatan yang dapat membawa pada kesadaran baru. Semoga kitapun semakin dimampukan untuk meneladan Kristus yang juga berani menegor sesama demi kebaikan dan keselamatan bersama.
Kontemplasi:
Bayangkanlah Kristus yang menegur anda melalui diri orang disekeliling yang tulus mencintai anda.
Refleksi:
Bagaimana anda berani melihat teguran sebagai ungkapan kasih Allah yang hadir melalui diri sesama?
Doa:
Ya Bapa, mampukanlah kami untuk menyadari Cinta-Mu yang senantiasa menghendaki kami berkembang dalam iman, kasih dan harapan. Amin.
Perutusan:
Aku akan melihat sisi positif dari setiap masukan dan kritik yang kuterima.
– Rm. Antonius Yakin