Renungan-Harian Status: publish
Minggu biasa pekan ke-28 (H)
Minggu, 12 Oktober 2025.
Bacaan:
Bacaan I: 2Raj 5:14-17;
Mzm 98:1.2-3ab.3cd-4;
Bacaan II: 2Tim 2:8-13;
Bacaan Injil: Luk 17:11-19.
Renungan Sore:
Surge, vade: quia fides tua te salvum fecit ; “Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau”.
Dalam tradisi Yahudi pada zaman Yesus, orang kusta adalah kaum yang dikucilkan. Mereka harus mengenakan penanda yang menunjukkan penyakit kusta mereka, yang dipercaya disebabkan oleh kutuk dari Tuhan. Selain itu, merekapun harus berteriak mengingatkan orang lain bahwa mereka najis. Mereka sungguh menjadi kaum yang terasing dan disingkirkan.
Tidak jarang dalam zaman sekarang kitapun merasa terasing atau disingkirkan oleh keluarga kita sendiri. Kita bisa melihat bagaimana ayah yang tidak mengenal istri dan anak-anaknya karena kesibukan kerja yang menyita waktu dan perhatian. Anak-anak yang merasa hidup sendiri tanpa perhatian orang tua. Ibu yang merasa tidak dihargai oleh anak dan suaminya.
Agar kita dapat mengalami kesembuhan dan penerimaan kembali, maka butuh bantuan Kristus. Doa bersama dalam keluarga menjadi solusi terbaik agar kita dapat kembali diterima dan mengenal tiap pribadi dari anggota keluarga kita. Sehingga tidak ada lagi “penderita kusta” di dalam keluarga kita. Tiap pribadi merasa disapa, dihargai dan dikasihi.
Dan setelah mengalami kesembuhan melalui doa bersama, kitapun diajak untuk mensyukurinya dengan mau berbagi dan berkorban dengan sesama. Kesembuhan tidak berhenti pada sisi fisik saja, tetapi harus menyentuh sisi rohani. Syukur menjadi salah satu indikasi bahwa kita mengalami kesembuhan yang sempurna.
Kontemplasi:
Bayangkanlah doa bersama yang kamu lakukan semakin mendekatkan setiap pribadi dalam anggota keluargamu.
Refleksi:
Bagaimana kamu memelihara habitus doa bersama dalam keluarga?
Doa:
Bapa, mampukanlah kami untuk mau menyembuhkan dan menerima anggota keluarga kami melaui doa bersama dalam keluarga. Amin.
Perutusan:
Aku akan berjuang membangun habitus doa bersama dalam keluargaku.
– Rm. Antonius Yakin –