Renungan-Harian Status: publish
HR. Hati Yesus Mahakudus (P)
Jumat, 27 Juni 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Yeh 34:11-16;
Mzm 23:1-3a.3b-4.5.6;
Bacaan II: Rm 5:5b-11;
Bacaan Injil: Luk 15:3-7.
Renungan Sore:
Dico vobis quod ita gaudium erit in Caelo super uno peccatore poenitentiam agente, quam super nonaginta novem justis, qui non indigent poenitentia ; “Aku berkata kepadamu: Demikian juga akan ada sukacita di surga karena satu orang berdosa yang bertobat, lebih dari pada sukacita karena sembilan puluh sembilan orang benar yang tidak memerlukan pertobatan”.
Setelah hari Minggu lalu kita merayakan Tubuh dan Darah Kristus, Jumat ini kita merayakan Hati Yesus yang Mahakudus. Artinya, kita bukan saja dipanggil untuk menyambut Tubuh dan Darah Kristus, tetapi juga mengenakan Hati-Nya yang lemah lembut dan rendah hati. Hati yang penuh dengan cinta, yang rela tersakiti demi keselamatan kita yang dikasihi-Nya.
Pada saat kita mencintai seseorang, maka kita siap memberikan hati untuk tersakiti. Sebagaimana perasaan sakit yang jauh lebih mendalam, pada saat orang yang kita cintai: pasangan, anak, orang tua, saudara/i, mengkhianati kasih, perhatian dan pengorbanan kita. Dibanding dengan mereka yang tidak dikenal/orang yang membenci kita, yang berusaha menyerang dan berusaha menjatuhkan kita.
Namun melalui hati yang terluka itulah, terpancar kasih yang berlimpah. Air dan darah yang keluar dari lambung Kristus yang tertikam, menjadi tanda kerahiman ilahi sumber dari sakramen-sakramen Gereja. Air yang membersihkan keberdosaan, memadamkan api kemarahan, menyapu dan menghilangkan dendam; serta menyucikan dan memurnikan kasih. Yang dilengkapi dengan darah yang menyalurkan kehidupan, memberikan nutrisi rohani dan keberanian untuk berkorban demi keselamatan sesama.
Kitapun seringkali mengkhianati kasih Allah. Melalui dosa-dosa yang diperbuat, kita juga telah ikut melukai hati-Nya. Namun Allah tidak menghukum, melainkan melalui hati-Nya yang terluka, terpancarlah kerahiman-Nya yang memeluk dan menyelamatkan kita. Kitapun diajak untuk mengenakan Hati-Nya dengan mau mencintai: mengampuni dan menerimanya kembali mereka yang pernah mengkhianati kita.
Kontemplasi:
Bayangkanlah Hati Yesus yang terluka oleh dosa-dosa yang telah kita perbuat. Hati yang tidak membalas, melainkan hati yang tetap memancarkan kerahiman ilahi, melalui air dan darah yang mengalirkan kehidupan dan penyembuhan bagi kita.
Refleksi:
Bagaimana anda berani mengenakan Hati Yesus, dengan berani mengasihi, mengampuni dan menerima kembali mereka yang pernah menyakiti dan mengkhianati cinta anda?
Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk memiliki Hati-Mu yang Mahakudus, sehingga kamipun dapat memancarkan Kerahiman-Mu yang mengalirkan rahmat penyembuhan dan kehidupan kepada sesama. Amin.
Perutusan:
Aku akan berusaha untuk mengampuni dan menerima kembali mereka yang telah menyakiti dan mengkhianati cintaku.
– Rm. Antonius Yakin –