Renungan-Harian Status: publish

Jumat biasa pekan ke-27 (H)
Jumat, 10 Oktober 2025.

Bacaan:
Bacaan I: Yl 1:13-15;2: 1-2;
Mzm 9:2-3.6.16.8-9;
Bacaan Injil: Luk 11:15-26.

Renungan Sore:

Omnis divisa domus inevitabiliter corruet ; "Setiap rumah tangga yang terpecah-pecah, pasti runtuh".

Tidak jarang pada saat kita telah menerima sakramen tobat lalu membuat niat untuk berubah, kita jatuh kembali di dosa yang sama. Hal ini bisa membuat kita frustasi sehingga enggan atau malas menjalankan pertobatan. Oleh karena itu, jangan sampai pertobatan hanya dimaknai sebagai usaha manusiawi belaka.

Pertobatan haruslah dimaknai sebagai karya Allah yang menebus kita sebagai manusia yang berdosa. Kita diundang untuk ikut serta dalam karya penebusan Allah tersebut. Maka yang menjadi fokus bukanlah usaha kita, namun karya Allah yang menjadi mengundang kita ambil bagian.

Untuk itu doa menjadi bagian penting yang memampukan kita untuk ikut serta dalam karya Allah tersebut. Khususnya dalam doa bersama keluarga, kita menghadirkan Allah untuk meraja dalam diri dan keluarga kita. Bila Allah sendiri yang turun tangan menjaga, melindungi dan memberkati kita, maka amanlah diri kita dari setan yang menggoda.

Kontemplasi:
Bayangkanlah dengan doa bersama keluarga, anda dimampukan untuk menangkal segala gangguan setan.

Refleksi:
Bagaimana anda menjadikan doa bersama keluarga sebagai tameng yang menangkal godaan setan?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk senantiasa mengundang-Mu di dalam diri dan keluarga kami sehingga kami boleh menghalau pelbagai gangguan setan, melalui doa bersama dalam keluarga. Amin.

Perutusan:
Aku akan memulai doa bersama dalam keluarga guna menolak setan yang mengganggu keluarga kami.

– Rm. Antonius Yakin –