Renungan-Harian Status: publish
Minggu biasa ke-15 (H)
Minggu, 13 Juli 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Ul 30:10-14;
Mzm 69:14,17,30-31,33-34,36ab,37 atau
Mzm 19:8,9,10,11;
Bacaan II: Kol 1:15-20;
Bacaan Injil: Luk 10:25-37.
Renungan Sore:
Diliges Dominum Deum tuum ex toto corde tuo, et ex tota anima tua, et ex omnibus virtutibus tuis, et ex omni mente tua: et proximum tuum sicut teipsum ; “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, dengan segenap kekuatanmu dan dengan segenap akal budimu; dan kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.
Ada pernyataan yang diungkapkan oleh Paus Yohanes 23: “Kesulitan dalam mencintai Allah dan sesama disebabkan oleh karena kurangnya rasa syukur”. Selama hidup kita diliputi dengan keluhan, kemarahan, protes dan kebencian, semakin kita sulit untuk menyadari kasih Allah dan perhatian sesama yang hadir dalam hidup ini. Semakin sulit pula kita untuk bersyukur atas perhatian dan kasih Allah yang hadir melalui bakat, potensi dan kemampuan yang kita miliki.
Pada saat kita tidak dapat bersyukur dan menghargai diri sendiri, yang diciptakan segambar dengan Citra Allah, bagaimana kita dapat menghargai dan peduli dengan sesama yang ada disekitar kita. Itulah sebabnya dalam perintah ke-dua diungkapkan: “Kasihlah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”. Kasih kepada sesama dapat terwujud secara penuh pada saat kita berani menerima dan menghargai diri kita sebagai citra Allah.
Pada saat kita dapat menerima dan menghargai diri, kitapun akan dimampukan untuk menyadari berkat dan Kasih Allah dalam hidup ini, sehingga hati dan mulut kitapun dipenuhi dengan rasa syukur, sebagaimana dinyatakan dalam bacaan pertama. Kesadaran akan kasih Allah inilah yang memampukan kita untuk bersyukur sehingga kitapun berani untuk berbagi kasih dan menjadi saluran berkat bagi sesama. Kondisi inilah yang membuat kita menjadi sesaudara dengan Kristus, saudara sulung kita.
Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang telah mengangkat anda menjadi anak-anak-Nya seturut gambaran Kristus sebagai yang sulung dan yang utama dari segala ciptaan.
Refleksi:
Bagaimana anda mengasihi Allah dan sesama melalui keberanian untuk bersyukur dan menyadari berkat dan kasih yang telah anda terima dalam hidup ini?
Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk mensyukuri Kasih-Mu yang kami terima dalam hidup ini, sehingga kamipun semakin tergerak untuk mengasihi sesama kami, bukan hanya dengan kata tetapi dengan tindakan nyata. Amin.
Perutusan:
Aku akan menyadari Kasih Allah yang telah kuterima, sehingga aku dapat menjadi saluran kasih kepada sesama sekitarku.
– Rm. Antonius Yakin –