Renungan-Harian Status: publish
P. fak para Martir pertama Roma (M)
Senin biasa pekan ke-13 (H)
Senin, 30 Juni 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Kej 18:16-33;
Mzm 103:1-2.3-4.8-9.10-11;
Bacaan Injil: Mat 8:18-22.
Renungan Sore:
Miserator et misericors Dominus, longanimis, et multum misericors. Non in perpetuum irascetur, neque in aeternum comminabitur ; “Tuhan adalah pengasih dan penyayang, panjang sabar dan berlimpah kasih setia. Tidak terus-menerus Ia murka, dan tidak untuk selamanya Ia mendendam”.
Pemazmur mengimani Allah sebagai Tuhan yang pengasih dan penyayang, yang senantiasa rindu untuk berelasi dan berkomunikasi dengan kita anak-anak-Nya. Itulah sebabnya, kita perlu meluangkan waktu untuk dapat berwawan hati dengan Allah di dalam doa-doa kita. Berdoa berarti berkomunikasi dengan Allah yang mengasihi kita. Melalui doa, kita bukan sekedar meyampaikan harapan dan keinginan kita, tetapi relasi kasih diantara kitapun semakin ditingkatkan.
Dengan relasi yang semakin akrab dengan Bapa, maka kita akan semakin serupa dengan Kristus, yang tidak pernah mencari keuntungan dan kepentingan pribadi. Sebagaimana Abraham yang memiliki relasi yang dekat sehingga berani tawar-menawar dengan Allah di dalam doanya. Doa yang ditujukan bukan hanya bagi kesejahteraan dirinya, tetapi demi keselamatan Lot dan sesamanya di Sodom dan Gomora. Melalui doa, kita diajar untuk semakin berani peduli dengan sesama dan tidak mencap buruk orang yang berdosa.
Inilah doa yang benar, yang membuat kita semakin secitra Allah yang Mahakasih. Berani peduli dan berusaha menyelamatkan sesama, meski mereka yang telah dicap berdosa sekalipun. Doa mengantar kita pada iman yang hidup akan Allah yang berbelas kasih dan mengerakkan kita untuk ikut dalam karya belas kasih-Nya kepada sesama. Semoga melalui doa, kitapun semakin menyadari Kasih Allah yang hadir dalam diri kita.
Kontemplasi:
Bayangkan Allah yang Mahakasih, yang selalu peduli dan mendengarkan setiap permohonan anak-anak-Nya.
Refleksi:
Bagaimana doa membuat anda semakin rendah hati dan serupa dengan Allah, Bapa kita?
Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk meneladan kerahiman-Mu yang selalu peduli terhadap keselamatan sesama. Amin.
Perutusan:
Aku akan belajar berdoa setiap hari.
– Rm. Antonius Yakin –