Renungan-Harian Status: publish

Pesta Rasul Thomas (M)
Kamis, 03 Juli 2025.

Bacaan:
Bacaan I: Ef 2:19-22;
Mzm 117:1.2;
Bacaan Injil: Yoh 20:24-29.

Renungan Sore:

Quia vidisti Me, Thoma, credidisti : beati qui non viderunt, et crediderunt ; “Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”.

Rasul Thomas merupakan pribadi yang unik, dia memiliki karakter yang konsisten dan siap berkorban. Kita bisa membaca saat Yesus akan membangkitkan Lazarus. Thomaslah orang pertama yang mengajak teman-teman lain untuk siap mati demi Yesus. "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia". Hal ini dibuktikan kembali olehnya saat mewartakan Injil ke arah timur: Syria, Armenia, Persia dan India. Di India-lah dia boleh mendapatkan mahkota kemartirannya, setelah mempertobatkan Raja Gondapur.

Sering kali St. Thomas Rasul diidentikkan dengan orang yang sulit untuk percaya dan memberi kesan kurang positif. Rasul yang lain sudah percaya bahwa Yesus yang wafat di salib itu tetap hidup, sedangkan Thomas terkesan lambat. Baru ketika melihat sendiri Yesus yang bangkit dan menunjukkan realitas yang berada diluar kemampuan nalar manusia, Thomas mengakuinya dengan berseru: "Ya Tuhanku dan Allahku". Kitapun diajak untuk tidak sekedar menerima informasi tanpa sikap kritis.

Banyak berita bohong/hoax yang dapat menipu bahkan menjerumuskan kita pada jurang kehancuran. Namun jangan pula kita menjadi pribadi yang apatis dan tidak mau terbuka terhadap keadaan sekitar. Banyak misteri yang berada diluar jangkauan manusiawi dan hanya bisa diterima dengan sikap iman yang terbuka. Untuk itu dibutuhkan kerendahan-hati agar dapat menerima segala hal yang tidak terselami oleh akal budi semata. Sebagaimana iman kita kepada Allah yang senantiasa mengasihi dan menyertai.

Terkadang dalam hidup, kita sulit percaya pada penyertaan Tuhan, meskipun kita sudah melihat/mendengar tentang-Nya. Kita tetap melakukan tindakan yang bertentangan dengan Kehendak-Nya. Sungguh bijak bila kitapun bisa mengikuti Thomas yang percaya setelah melihat. Dan semoga melalui kepercayaan yang sudah diimani, kita sungguh dapat konsisten dan setia dalam menampakkan Kristus yang hidup dan bersemayam dalam diri kita kepada sesama.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang hadir dalam hidup kita dan mengajak kita untuk menunjukkan wajah kerahiman-Nya pada sesama di sekitar kita.

Refleksi:
Bagaimana anda mampu memperlihatkan Kristus yang hidup dalam diri anda kepada sesama, mulai dari keluarga anda terlebih dahulu?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk memiliki iman yang kami hidupi secara konsisten, sehingga dapat membantu sesama menemukan dan mengalami Engkau. Amin.

Perutusan:
Aku akan memperlihatkan Yesus yang ada dalam diriku kepada sesama.

– Rm. Antonius Yakin –