Renungan-Harian Status: publish
PW. Hati tersuci SP. Maria (P)
Sabtu, 28 Juni 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Yes 61:9-11;
MT: 1Sam 2:1.4-5.6-7.8abcd;
Bacaan Injil: Luk 2:41-51.
Renungan Sore:
Fiat mihi secundum verbum tuum, “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”
Setelah kemarin kita merayakan Hati Yesus yang Mahakudus, maka hari ini kita memperingati Hati tersuci Santa Perawan Maria. Melalui peringatan ini, harapan kita dibesarkan untuk juga belajar dan memiliki hati sebagaimana Bunda Maria. Perawan Maria dikatakan memiliki hati yang suci bukan hanya karena telah mengandung dan melahirkan Yesus, tetapi juga karena ketulusan dan totalitasnya dalam mengikuti Kehendak Allah.
Sejak mengatakan: “Terjadilah padaku menurut perkataan-Mu”, Maria sungguh belajar untuk setia pada komitmennya dalam menjalankan kehendak Allah. Meski banyak hal yang terjadi dalam hidupnya, pelbagai peristiwa yang sulit dimengerti, namun Bunda Maria tidak mengumbar keluhan, protes, atau kemarahan. Dia tetap menerima dan senantiasa merenungkan segala peristiwa yang terjadi dalam hatinya. Mencoba menemukan kehendak Allah di dalam keheningan doa batinnya.
Kitapun diajak untuk memiliki hati seperti Bunda Maria, hati yang berjuang untuk mengikuti Kehendak Allah secara tulus dan total dalam mewartakan kasih dan kebenaran. Tulus tanpa menghitung untung rugi semata; Total dengan sikap dan penyerahan diri yang penuh. Sehingga kitapun perlahan diubah menjadi pribadi yang tenang, tidak mudah diombang-ambingkan dengan keadaan dan emosi sesaat. Terlebih menjadi pendoa yang aktif dalam merenungkan rencana Allah dalam kehidupan sehari-hari.
Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang senantiasa menyampaikan Kehendak-Nya melalui pengalaman hidup anda sehari-hari.
Refleksi:
Bagaimana kesucian hati Bunda Maria, mengerakkan anda untuk ikut menemukan Kehendak Allah dan melaksanakannya dengan secara penuh dan tulus.
Doa:
Ya Bapa, berikanlah kami hati yang suci, hati yang tulus dan total dalam mewartakan kasih dan Kehendak-Mu serta keberanian dalam mewujudkan kesejahteraan bersama. Amin.
Perutusan:
Aku akan melatih ketulusan dan ketotalanku dalam mewartakan kasih Allah dan mewujudkan karya pelayanan pada sesama.
– Rm. Antonius Yakin –