Renungan-Harian Status: publish

PW. SP. Maria, Bunda Gereja (P)
Senin, 09 Mei 2025.

Bacaan I: Kej 3:9-15.20/Kis 1:12-14;
Mzm 87:1-2.3.5.6-7;
Bacaan Injil: Yoh 19:25-34.

Renungan Sore:

Mulier, ecce filius tuus, Ecce mater tua ; “Ibu, inilah anakmu! Inilah ibumu!”

Hari ini kita merayakan Peringatan Wajib Santa Perawan Maria, Bunda Gereja. Peringatan ini adalah tambahan baru dalam kalender liturgi Gereja. Gelar Maria, Bunda Gereja, secara resmi diberikan kepada Maria selama Konsili Vatikan II oleh Paus Paulus VI. Jadi dari Bunda Allah, dia sekarang juga Bunda Gereja. Dan jika kita taat pada apa yang Yesus katakan di kayu salib, maka kita juga harus menerima Maria sebagai Bunda kita, Bunda Gereja.

Bunda Maria sebagai Bunda Gereja, bukan sekedar gelar yang diberikan karena Ia adalah Bunda Allah, tetapi karena Maria juga mendampingi para rasul setelah kenaikan Yesus ke Surga. Dinyatakan dalam Kisah Para Rasul (Bacaan I): “Dengan sehati mereka semua bertekun dalam doa bersama dengan beberapa perempuan serta Maria, ibu Yesus, dan dengan saudara-saudara Yesus”. Bunda Maria berjuang bersama para rasul dalam mempersiapkan kelahiran Gereja sejak awal. Gereja yang lahir saat Pentakosta dan menjadi perpanjangan dari Kristus sendiri yang adalah kepala Gereja. Itulah sebabnya Bunda Maria diberi gelar Bunda Gereja, Hawa baru yang melahirkan keselamatan.

Maka meski ada yang mengatakan: “dosa pertama masuk melalui perempuan, namun karya keselamatan dihadirkan pula melalui seorang perempuan”. Karena Hawa tergoda iblis, maka dosa mengena pada seluruh manusia; namun melalui kesediaan Maria, Allah menganugerahkan Sang Penebus pada kita semua. Bisa dilihat bagaimana peran penting seorang ibu dalam kehidupan keluarga bahkan dunia. Tidak ada seorangpun yang tidak dilahirkan melalui kesediaan seorang ibu.

Maka tidak berlebihan bila dikatakan: “Ibu yang bijak menghadirkan surga di dunia ini seraya mengarahkan keluarga menuju Surga yang paripurna kelak”. Inilah sebabnya, Kristus menyerahkan Bunda Maria bagi kita, Gereja-Nya. Maria menjadi teladan keibuan bagi seluruh ibu di dunia ini. Patron yang nyata melalui kesetiaan, kerendahan-hati, sekaligus keberanian dan usaha pantang menyerah dalam menghidupi Firman Puteranya.

Kontemplasi:
Bayangkanlah teladan keutamaan yang bisa kita timba dari Bunda Maria.

Refleksi:
Bagaimana anda mensyukuri serta mendukung usaha ibu anda dalam menghadirkan surga di keluarga anda?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk meneladan keutamaan Bunda Maria dalam hidup berkeluarga sehari-hari. Amin.

Perutusan:
Aku akan menghargai dan membantu ibu dalam menciptakan keharmonisan keluargaku.

– Rm. Antonius Yakin –