Renungan-Harian Status: publish

PW. St. Aloysius Gonzaga (P)
Sabtu, 21 Juni 2025.

Bacaan:
Bacaan I: 2Kor 12:1-10;
Mzm 34:8-9.10-11.12-13;
Bacaan Injil: Mat 6:24-34.

Renungan Sore:

Quaerite ergo primum regnum Dei, et justitiam ejus : et haec omnia adjicientur vobis ; “Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu”.

Kebanggaan sangat berbeda dengan kesombongan. Bila kesombongan merupakan hasrat untuk pamer/show off. Saya mampu dan memiliki sesuatu, maka saya ingin menunjukkannya agar diakui/dikagumi. Kesombongan justru akan melahirkan rasa takut dan khawatir karena tidak selamanya kita akan diakui/dikagumi. Sedangkan kebanggaan mengandaikan adanya rasa syukur karena membuat kita menyadari keterbatasan diri.

Saya bangga karena Allah menyertai hidupku. Rasa bangga mengantar kita pada penerimaan dan kepasrahan diri yang aktif. Saya tetap mengusahakan yang terbaik, namun tanpa memaksakan keinginan sehingga merugikan sesama. Keberanian untuk berpasrah menandakan tingkat iman yang lebih baik. Kita berani menyadari dan mensyukuri rahmat Allah yang mencukupkan kita pada setiap harinya. Sehingga kita terbebas dari kemarukan diri yang justru akan memperbudak diri dan hidup kita.

Tuhan mengatakan: “Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna”. Paulus pada gilirannya dapat mengatakan bahwa dia cukup puas dengan kelemahannya, dan dengan penghinaan, kesulitan, penganiayaan, dan penderitaan yang dia alami demi Kristus. Karena ketika dia lemah, Tuhan menguatkan dia. Semoga melalui kesadaran kita akan kerapuhan diri, kitapun semakin dimampukan untuk menyadari berakat dan kasih penyertaan Allah yang senantiasa memampukan kita untuk bersyukur.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang senantiasa mencukupkan kebutuhan harian kita.

Refleksi:
Bagaimana anda berani bersyukur akan Allah yang setia menjaga dan memelihara kita?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami menyadari Kasih Penyertaan-Mu sehingga kami boleh semakin berpasrah dan menghilangkan kekhawatiran yang tidak pada tempatnya. Amin.

Perutusan:
Aku akan berbangga pada Allah yang senantiasa memeliharaku.

– Rm. Antonius Yakin –