Renungan-Harian Status: publish

PW. St. Fransiskus Assisi (P)
Sabtu, 04 Oktober 2025.

Bacaan:
Bacaan I: Bar 4:5-12.27-29;
Mzm 69:33-37;
Bacaan Injil: Luk 10:17-24.

Renungan Sore:

Gratias tibi ago, Pater, Domine caeli et terrae, quod abscondisti haec a sapientibus et prudentibus, et revelasti ea parvulis ; “Aku bersyukur kepada-Mu, ya Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Kausembunyikan bagi orang bijak dan pandai, tetapi Kaunyatakan kepada orang kecil".

Bacaan dari Kitab Barukh mengungkapkan kesedihan seorang ibu yang melihat anak-anaknya berbalik dari hukum Tuhan dan melakukan dosa sehingga harus menanggung bencana dan pembuangan. Namun sebagaimana seorang ibu yang senantiasa berharap akan keselamatan anaknya, iapun mengajak agar mereka bertobat agar Tuhan memberikan sukacita kepada mereka semua.

Ungkapan Barukh, senada dengan pesan-pesan Bunda Maria. Di manapun ia menampakan diri, Bunda senantiasa mengingatkan kita untuk berdoa dan berbuat baik, sehingga menjauhkan kita dari dosa dan amarah Tuhan. Sungguh besar kuasa doa. Untuk itulah kita diminta dengan setia mendaraskan doa Rosario.

Paus Leo XIII menyatakan: “Doa rosario adalah bentuk doa yang paling baik dan sarana yang paling efektif untuk mencapai hidup yang kekal.
Ia adalah obat untuk semua kejahatan kita, akar dari semua berkat kita.
Tidak ada doa lain yang lebih baik”. St. Louis de Montfort pernah berujar: “Tidak akan pernah tersesat, seorang yang mendoakan rosario setiap hari”.

Bahkan St. Thomas Aquinas mengatakan: “Banyak jiwa yang seharusnya tidak pantas; telah berada di Surga berkat doa rosario”. Bagaimana hal ini dapat terjadi? Inilah rahasia ilahi. Doa yang awalnya dianggap remeh, terlalu sederhana bagi orang cerdik pandai ternyata menjadi doa yang ampuh menyelamatkan kita semua.

Kontemplasi:
Bayangkanlah dengan mendaraskan doa Rosario secara setia, anda diselamatkan dari murka Tuhan yang menyala-nyala (Sta. Lucia, dalam pesan Fatima).

Refleksi:
Bagaimana anda menetapkan hati untuk berdoa Rosario secara setia sebagai “puisi penebusan manusia”.
(Beato Bartolo Longo, Rasul Rosario)?

Doa:
Ya Bapa, ajarilah kami untuk setia dalam mendaraskan doa Rosario sebagai bentuk perenungan akan rahmat Tuhan.
(St. Yohanes Paulus II). Amin.

Perutusan:
Aku akan berdoa Rosario secara tekun sebagai persembahan diriku pada Tuhan melalui Bunda Maria.

– Rm. Antonius Yakin –