Renungan-Harian Status: publish
PW. St. Hieronimus (P)
Selasa, 30 September 2025.
Bacaan:
Bacaan I: Zak 8:20-23;
Mzm 87:1-3.4-5.6-7;
Bacaan Injil: Luk 9:51-56
Renungan Sore:
Filius hominis non venit animas perdere, sed salvare. Et abierunt in aliud castellum ; "Putra Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya".
Pada masa kini tidak sedikit dari para pemeluk agama yang berbeda yang saling menjelekan, meneror bahkan menyerang pemeluk agama lain yang berbeda. Atas nama agama, mereka tidak segan menjual nama Tuhan untuk menghalalkan tingkah laku mereka yang buruk.
Sebagai seorang beriman sudah sepantasnya kita mencari Tuhan. Namun proses pencarian tersebut jangan sampai menolak, mengutuk, bahkan menyerang pencari Tuhan yang lain. Itulah yang tidak disetujui oleh Yesus. Allah bukanlah sesuatu untuk membenarkan tingkah laku yang buruk, yang hanya mencari kebenaran sendiri.
Yang paling penting adalah, bukan menjelekan agama lain untuk menunjukkan kebaikan agama sendiri; Tetapi berusaha menjalankan ajaran agama kita dengan sungguh-sungguh sebagai bentuk kepercayaan kita akan keselamatan bersama dan perwujudan dari pewartaan kita pada sesama.
Kontemplasi:
Bayangkanlah anda menjalankan ajaran agama sebagai bentuk kepercayaan akan keselamatan Allah dan pewartaan pada sesama.
Refleksi:
Bagaimana kepercayaan anda terhadap agama yang anda peluk tidak memusuhi pemeluk agama yang lain?
Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami menjadi pribadi yang rendah hati, yang tidak merasa benar sendiri, tetapi sungguh mencari Engkau tanpa menolak para pemeluk agama yang lain. Amin.
Perutusan:
Aku akan menjalankan perintah agamaku tanpa menolak pemeluk agama yang berbeda.
– Rm. Antonius Yakin –