Renungan-Harian Status: publish

Rabu biasa pekan-13 (H)
Rabu, 02 Juli 2025.

Bacaan:
Bacaan I: Kej 21:5.8-20;
Mzm 34:7-8.10-11.12-13;
Bacaan Injil: Mat 8:28-34.

Renungan Sore:

Iste pauper clamavit, et Dominus exaudivit eum, et de omnibus tribulationibus ejus salvavit eum ; “Orang yang tertindas ini berseru, dan Tuhan mendengarkan; Ia menyelamatkan dia dari segala kesesakannya”.

Allah begitu mengasihi kita manusia. Dia selalu mengutamakan keselamatan kita diatas segala-galanya. Hidup lebih berarti dibandingkan harta benda duniawi. Sebab itu, nilai kehidupan tidak bisa digantikan oleh apapun. Namun ternyata dalam praktek hidup sehari-hari, tanpa sadar kita lebih mengutamakan harta benda dibanding kehidupan. Sebagaimana dalam bacaan Injil hari ini. Kisah tentang kedua orang yang kerasukan setan, yang berteriak kepada Yesus.

Tetapi teriakan mereka berubah menjadi permohonan ketika mereka meminta Yesus untuk mengirim mereka ke dalam kawanan babi. Di atas teriakan itu, Yesus mendengar tangisan dua orang yang kerasukan untuk mendapatkan kesembuhan dan kebebasan. Dan Yesus menyembuhkan dan membebaskan mereka. Tindakan Yesus yang menyelamatkan orang dari belenggu setan atau dosa, berbuah pada pengusiran dari penduduk Gadara.

Senada dengan kisah di atas, Abrahampun mengusir ismael dan hagar atas tuntutan Sarah karena tidak mau berbagi ahli waris dengan Ishak. Kitapun sering mengutamakan harta duniawi daripada kehidupan. Kita sibuk mencari uang tanpa mengindahkan kesehatan dan relasi dengan keluarga. Pada saat kita memiliki uang, kita baru menyadari telah kehilangan kesehatan dan keluarga, sehingga kita berusaha menyerahkan segala harta yang kita kejar untuk mendapatkan kesehatan dan keluarga kembali.

Kontemplasi:
Bayangkanlah Allah yang senantiasa mendengarkan dan menjawab seruan anda dari segala kesesakan hidup ini.

Refleksi:
Bagaimana anda mengutamakan keselamatan kekal dalam hidup yang telah Tuhan anugerahkan ini?

Doa:
Ya Bapa, ajarlah kami untuk memilih hal yang paling utama demi keselamatan kami. Mampukanlah kami untuk menghargai kehidupan yang telah Engkau anugerahkan. Amin.

Perutusan:
Aku akan menjaga kesehatan dan keluargaku dan tidak sibuk hanya mencari harta duniawi saja.

– Rm. Antonius Yakin –